Non Fiksi
PANDUAN MONUMEN PANCASILA SAKTI
Monumen Pancasila Sakti dibangun atas gagasan Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto. Dibangun di atas tanah seluas 14,6 hektare. Monumen ini dibangun dengan tujuan mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi negara Republik Indonesia, Pancasila dari ancaman ideologi komunis.[1]rnrnKetujuh pahlawan revolusi tersebut adalah:rnrnPanglima Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI (Jenderal TNI (Anumerta)) Ahmad Yani,rnMayor Jenderal TNI (Letnan Jenderal TNI (Anumerta)) R. SupraptornMayor Jenderal TNI (Letnan Jenderal TNI (Anumerta)) M.T. HaryonornMayor Jenderal TNI (Letnan Jenderal TNI (Anumerta)) Siswondo ParmanrnBrigadir Jenderal TNI (Mayor Jenderal TNI (Anumerta)) DI PanjaitanrnBrigadir Jenderal TNI (Mayor Jenderal TNI (Anumerta)) Sutoyo SiswomiharjornLetnan Satu (Kapten CZI (Anumerta)) Pierre Tendean, Ajudan Jenderal TNI A.H. NasutionrnJenderal TNI A.H. Nasution juga disebut sebagai salah seorang target namun dia selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan AH Nasution, Letnan Satu Pierre Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.rnrnMonumen yang terletak di daerah Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur ini, berisikan bermacam-macam hal dari masa pemberontakan G30S - PKI, seperti pakaian asli para Pahlawan Revolusi.
| 24B2881 | 910.2 | My Library (Rak Non FIksi) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain